KISAH NYATA DISELAMATKAN MALAIKAT BERKUDA ...


Lihat videonya:


Aku adalah seorang pedagang yang terbiasa pergi dari satu kota ke kota lainnya. Dan aku seringkali melintasi sebuah lembah. Pada suatu hari aku melintasi lembahnya dengan membawa barang-barangku di atas untaku, tiba-tiba seorang pencuri menghadangku di tengah-tengah lembah. Seorang diri, tidak ada orang lain. Dia menempatkan dangnya di leherku dan berkata, "Aku akan membunuhmu dan merampas barang-barangmu."

Sahabat itu berkata kepadanya, "Kumohon....ambil saja semuanya tapi biarkan aku hidup." Tapi pencuri itu berkata, "Tidak, aku akan mengambil barang daganganmu dan aku akan membunuhmu." Ketika sahabat itu mengetahui bahwa pencuri itu bersikeras ingin membunuhnya, dia berkata "Baiklah, kamu boleh membunuhku dan mengambil barang daganganku tapi izinkan aku satu hal dan setelahnya kamu boleh membunuhku."

Dia berkata, "Lakukan semaumu, tapi setelahnya aku akan membunuhmu." Dia berkata, Biarkan aku shalat dua rakaat." Subhanallah, pencuri itu membuat suatukesalahan dengan membiarkannya shalat dua raka'at. Jadi sahabat itu shalat dua rakaat. Dia menyudahi rakaat pertama dan memasuki rakaat kedua. Dan dalam sujud terakhir, karena Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam,"Kalian lebih dekat kepada Allah ketika bersujud. Jadi mintalah kepada Allah ketika bersujud."

Dalam sujudnya dia mengucapkan sebuah doa. Aku tidak akan mengucapkan seluruh doanya, tapi aku akan memberitahu sebagian darinya. Doanya ada tiga bagian dan dia berucap, "Aku meminta kepada-Mu ya Allah dengan cahaya wajah-Mu yang telah menerangi tiang-tiang singgasana-Mu, kemudian dia memulai meminta kepada-Nya dengan menyebut berbagai nama-Nya yang indah (Asma'ul husna). Dan pada akhirnya dia berdoa, "Wahai Dia yang menjawa doa orang-orang yang membutuhkan, wahai Dia yang menjawab doa orang yang sedang sangat memerlukan-Nya, dia berkata selamatkan aku dari pencuri ini. Lalu dia mengucapkan sebanyak tiga kali, wahai Dia yang menyelamatkan, selamat aku (3x).

Dia belum menyelesaikan doanya dan tiba-tiba mendengar suara kuda berlari yang berlari begitu cepat, di atas kuda itu adalah seorang pria (seorang ksatria) yang menutupi wajahnya. Dengan pedang di tangan kanannya. Si pencuri melihat orang itu dan sebelum dia sempat melakukan apapun, dia memenggal kepala si pencuri itu dan pencuri itupun mati.

Sahabat itu menengadah lalu memeluk dan mengecup orang itu dan berkata kepadanya, "Barakallahu fiik, darimana asalmu?". Dia berkata, "Aku adalah seorang malaikat  dari langit keempat. Kau meminta kepada Allah dalam bagian pertama doamu dan kami mendengarmu. Kemudian kau meminta dengan bagian kedua dari doamu dan langitpun berguncang. Kemudian kamu meminta bagian ketiga dari doamu, dan kamipun berlomba menuju Allah. Jadi aku berlomba dan mengalahkan malaikat-malaikat lainnya menuju Allah subhanahu wata'ala dan berkata, 'Ya Rabb,utuslah aku untuk menyelamatkannya.' Jadi Allah pun mengutusku." Setelahnya malaikat itupun menghilang.


Allah subhanahu wata'ala akan menjawab doa seseorang yang sedang membutuhkan.



Semoga bermanfaat

KISAH UMAIR BIN WAHAB, Setan Quraisy yg berdakwah untuk Islam






Power of "Do'a" ... Beginilah Reaksi Orang Tua di Alam Kubur Ketika Diziarahi Atau Didoakan Anaknya ..



Ziarah adalah termasuk dari ajaran Islam, karena dengan sering berziarah kubur akan berdampak pada ingat akan k3m4tian yang pasti datang, jika sering ingat mati, maka akan melembutkan hati yang berdampak pada mudah menerima nasehat dan giat ibadah
Lalu apa yang terjadi pada orang tua saat Anda berziarah ke makam mereka atau saat Anda mendoakan mereka?
Syaikh Muhammad al-Syanqithi, ulama Wahabi, berkata: “Semoga Allah mengampuni keluarga kita yang telah meninggal dunia dan kaum Muslimin yang sudah meninggal dunia. Aku tidak mampu menahan tangis melihat betapa perlunya ahli kubur pada kita. Aku terkesan dan aku ingin semuanya tahu hal ini.”
Utsman bin Sawad, ulama salaf, bercerita tentang ibunya, seorang wanita yang ahli ibadah. Saat ibunya bakal meninggal dunia, ia mengangkat pandangannya ke langit dan berkata : “Wahai tabunganku, wahai simpananku, wahai Tuhan yang selalu jadi sandaranku alam hidupku dan setelah kematiaku, jangan Engkau abaikan diriku saat m4ti, jangan biarkan aku kesepian dalam kuburku.” Kemudian ia meninggal dunia.
Aku selalu berziarah ke makamnya setiap hari Jum’at. Aku berdoa untuknya, dan memohonkan ampun baginya dan semua ahli kubur di situ. Pada satu malam aku bermimpi berjumpa dengan ibuku.
Aku berkata : “Wahai ibuku, bagaimana keadanmu?”
Ia menjawab : “Wahai anakku, sesungguhnya keematian itu yaitu kesusahan yang dahsyat. Aku alhamdulillah ada di alam barzakh yang terpuji. Ranjangnya harum, dan bantalnya terdiri dari tenunan kain sutera.”
Aku berkata : “Apakah Ibu ada keperluan kepadaku? ”
Ia menjawab : “Iya, jangan anda tinggalkan ziarah yang anda lakukan pada kami, sungguh aku sangat senang dengan kedatanganmu pada hari Jum’at saat berangkat dari keluargamu. Orang-orang bakal berkata kepadaku: “Ini anakmu telah datang.” Lalu aku merasa senang, dan orang-orang mati yang ada di sekitarku juga senang.”
Basysyar bin Ghalib, ulama salaf juga, berkata: “Aku bermimpi Robiah al-Adawiyah dalam tidurku. Aku memang selalu mendoakannya. Dalam mimpi itu ia berkata kepadaku : “Wahai Basysyar, hadiah-hadiahmu selalu sampai pada kami di atas piring dari cahaya, ditutupi dengan sapu tangan sutera.”
Aku berkata : “Bagaimana hal itu dapat terjadi?”
Ia menjawab : “Begitulah doa orang-orang yang masih hidup. Apabila mereka mendoakan orang-orang yang sudah m4ti dan doa itu dikabulkan, jadi doa itu diletakkan di atas piring dari cahaya dan ditutupi dengan sapu tangan sutera. Lalu hadiah itu diberikan kepada orang mati yang didoakan itu. Lalu dikatakan kepadanya: “Terimalah, ini hadiah si anu kepadamu.”
Seberapa sering kita berziarah ke makam orang tua, keluarga dan guru kita yang sudah meninggal dunia? Seberapa banyak kita mendoakan mereka dalam bebrapa saat kita beribadah?? Ziarah kita dan doa kita sangat utama bagi mereka.
Wallahu 'alam ...
sumber : islamidia.com

Kisah Abdullah bin Hudzafah As Sahmiy , berani menghadap Raja .....











Kisah Al Thufail Bin 'Amr Al Dausy








Kisah SAID bin 'AMIR AL JUMAHI







Kisah ANAS bin MALIK AL-ANSHARY


3 TANDA ALLAH MENYAYANGI KITA , JANGAN PERNAH KECEWA ATAS KASIH SAYANG NYA

Ada tiga tanda Allah menyayangi kita, salah satu nya adalah yg sering terjadi pada kehidupan kita, yaitu ........
Jangan pernah kecewa atas kasih sayang ALLAH , simak video berikut agar kalian tidak akan kecewa lagi dan suudzon kepada ALLAH ...




Mencintai dan dicintai oleh sesama manusia apalagi terhadap suami/istri, anak, serta sanak keluarga merupakan kebutuhan batin yang paling mendasar. Terlebih lagi jika kita mampu mencintai serta dicintai oleh pencipta semua makhluk di muka bumi, Allah swt.

Tak dapat dipungkiri, segala kebaikan yang Allah swt kehendaki pastilah memiliki tanda-tanda yang unik baik tersirat maupun tersurat. Begitupun tanda bahwa Allah cinta dan sayang terhadap hamba-hamba-Nya di dunia.
Terdapat tiga tanda bahwa seorang hamba mendapatkan kasih dan sayang oleh Allah swt saat berada di alam dunia. Tanda-tanda tersebut yaitu:
Pertama: Allah swt membalaskan keburukan hamba tersebut secara langsung di dunia agar nanti ia terlepas dari balasan Allah swt di akhirat.
Rasulullah saw pernah bersabda yang maksudnya: “Apabila Allah menghendaki kebaikan kepada seorang hamba-Nya, maka Allah akan mempercepat balasan kesalahannya di dunia. Dan sebaliknya, apabila Allah menghendaki keburukan kepada hamba-Nya maka Allah tidak membalas perbuatan dosanya di dunia hingga kelak Dia membalasnya nanti di hari kiamat.” ( HR. Tabrani )
Itulah tanda pertama yang mana Allah berikan kepada hamba kecintaan-Nya. Dia mempercepat balasan keburukan hamba-Nya tersebut agar manusia tersebut segera bertaubat dan memperbaiki kesalahan yang ia telah perbuat.


Namun sebaliknya bagi orang yang dibenci oleh Allah swt, ia akan dibiarkan saja bergelimang dalam lumpur dosa dan terus menerus bermaksiat hingga lupa dan lalai selama berada di dunia.
Oleh sebab itu, sudah sepatutnya seorang mukmin selalu menerima segala bentuk kesusahan yang ia terima di dunia dengan ikhlas dan ridha. Mungkin saja itu merupakan hukuman dari Allah swt akibat kesalahan kita sekaligus sebagai bahwa Dia mencintai hamba-Nya agar kita segera insaf dan bertaubat.
Karena sesungguhnya balasan Allah swt di dunia sangat tidak sebanding dengan balasan Allah swt di akhirat. Ketika di akhirat seorang hamba sudah tak memiliki kesempatan lagi untuk bertaubat serta balasannya pun jauh lebih dahsyat.
Ingatlah bahwa Allah swt berfirman dalam Surah Al-A’raf ayat 168: “Dan, Kami coba mereka dengan nikmat yang baik dan bencana yang buruk, agar mereka kembali kepada kebenaran.”
Berkaca dari firman-Nya tersebut, sudah jelas bahwa cobaan dan ujian merupakan sunnatullah yang di dalam pasti mengandung rahmat dan hikmat bagi hamba-Nya. Allah memiliki banyak cara yang berbeda-beda untuk mengembalikan hamba-Nya kembali menuju jalan lurus-Nya.
Kedua: Allah swt bukakan hatinya dan mengisinya dengan keyakinan yang kuat dan kukuh.
Rasulullah saw bersabda yang artinya:”Apabila Allah swt menghendaki kebaikan pada diri seseorang, niscaya Allah akan bukakan kunci hatinya dan mengisinya dengan keyakinan dan kepercayaan yang kukuh. Allah swt jadikan hatinya waspada akan lika-liku kehidupan yang ia jalani. Allah swt jadikan hatinya sehat sejahtera dan lidahnya berkata benar dan perilakunya lurus serta Allah swt jadikan telinganya mendengar dan matanya melihat.” ( HR Abu As Sheikh dari Abu Zarr )
Melalui hadits Nabi saw di atas sudah jelas bahwa hamba yang Allah swt bukakan hatinya ia akan memiliki tingkah laku yang lurus baik dari ucapan dan perbuatannya.
Hamba tersebut akan berhati-hati menjalani hidupnya agar tidak terpeleset ke jurang penuh dosa dengan sedapat mungkin menghindari perilaku-perilaku yang tercela. Lalu, adakah dalam diri kita ciri-ciri tersebut di atas? Jika iya, maka itulah tanda cinta Allah swt pada kita.
Ketiga: Allah swt berikan pemahaman terhadap agama Islam hingga mampu menghayati dan mengamalkannya menjadi sebuah cara hidup yang sempurna.


Rasulullah saw bersabda yang artinya:”Barangsiapa yang Allah swt kehendaki kebaikan atas dirinya, maka pastilah Allah swt anugerahkan pemahaman akan agama.” ( HR Bukhari, Muhammad bin Ismail. Shahih Bukhari, Dar Ibn Kathir, Beirut, 1987, jilid 1, hlm. 39, no.hadits: 71 )
Apabila Allah swt kehendaki kebaikan akan seorang hamba-Nya maka Dia akan memberikan pengetahuan untuk memahami ajaran agama Islam hingga ia mampu hayati dan mengamalkannya di dalam kehidupan.
Seorang mukmin yang diberikan pemahaman tersebut tentu tidak akan pernah menjual akidahnya hanya demi kesenangan dunia yang hanya sementara saja. Hamba tersebut tak akan silau dan cinta terhadap dunia hingga melupakan bagiannya di akhirat. Justru, ia akan selalu tunduk dan patuh pada perintah Allah swt dan menjauhi larangan-Nya.
Allah swt berfirman dalam Surah Al-Maidah ayat 3 yang berarti:”Pada hari ini Aku telah sempurnakan bagimu agamamu dan Aku telah cukupkan nikmat-Ku padamu dan Aku telah ridhakan Islam sebagai agamamu.”
Sebagai penutup, marilah kita bermuhasabah diri kita sendiri, menatap jauh ke dalam hati dan menengok kehidupan kita selama ini. Adakah ketiga tanda tersebut di atas terdapat dalam diri dan kehidupan kita selama ini?
Jika iya, maka bersyukurlah atas nikmat cinta dari-Nya tersebut dan bersabar atas ujian dan cobaan dari-Nya untuk “menyeret” kita kembali pada jalan lurus-Nya.
Jika tidak, maka kita mesti khawatir bahwa mungkin Allah sedang murka pada diri kita. Segeralah kita bertaubat dan berdoa memohon ampunan, serta meminta petunjuk serta kasih sayangnya. Yakinlah bahwa Allah selalu menerima taubat hamba-Nya yang mau kembali pada-Nya.

KISAH DO'A YG LANGSUNG TERKABUL...

PERNAHKAN ANDA BERDO'A? DAN ALLAH MENGABULKANNYA SECARA LANGSUNG.... LIHATLAH VIDEO INI PASTI ANDA AKAN TERKAGUM ..




BAHWA ALLAH SELALU MEMBERI PERTOLONGAN KEPADA HAMBA NYA ..

PERANG BADAR , ALLAH SELALU MENOLONG KITA .....

313 Muslim vs 1000 Kafirin ... Mengagumkan !! ALLAH Selalu menolong hamba yang menegakkan agama- NYA.. Tonton video nya..



Badar adalah nama sebuah lembah yang terletak di antara Makkah dan Madinah. Lembah ini diapit oleh dua bukit, yaitu di timur bukitnya bernama 'Udwah al Qushwa' dan di barat bukitnya bernama 'Udwah ad Dunya'.
Di sisi selatan, Lembah Badar dibatasi oleh bukit bernama bukit 'al-Asfal'. Sejak masa sebelum Islam, lembah tersebut sudah menjadi jalur yang banyak dilintasi kafilah-kafilah dagang asal Makkah atau Yaman yang hendak berniaga ke Syam (Suriah dan Lebanon).
Tanahnya yang subur karena memiliki campuran pasir dan tanah dengan beberapa mata air di lembah tersebut membuat para kafilah bisa singgah beristirahat di lembah ini dengan nyaman. 
Saat ini, lembah badar menjadi salah satu kota yang berada di wilayah Provinsi Madinah dengan nama lengkap Kota Badar Hunain. Jarak kota ini dari Kota  Madinah mencapai sekitar 130 km.
Meski demikian, sebagian wilayah lembah yang pernah menjadi lokasi pertempuran besar, yakni Perang Badar al Qubro, masih dibiarkan menjadi padang terbuka. 
Bahkan, pada satu lokasi di lembah tersebut, terdapat bangunan tembok menyerupai benteng yang mengelilingi areal cukup luas. Lokasi itu diperkirakan menjadi tempat pertempuran sekaligus tempat dimakamkannya para syuhada yang gugur dalam Perang Badar.
Lembah Badar memang menjadi sangat dikenal dalam sejarah Islam. Tempat ini menjadi saksi suatu peristiwa besar yang menjadi tonggak sejarah tatkala pertempuran besar antara umat Islam dari Madinah dan kaum musyrikin dari Makkah terjadi. 
Pertempuran besar di lembah Badar tersebut terjadi pada 17 Ramadhan 2 Hijriyah atau 17 Maret 624 M. Perang yang juga sering disebut-sebut sebagai perang akidah ini memberikan kemenangan besar bagi kaum Muslimin.
Sebelum Perang Badar terjadi, kaum Muslim Madinah dan penduduk Makkah sebenarnya sudah beberapa kali terlibat konflik bersenjata skala kecil. Ketegangan antara kelompok masyarakat di Makkah dan Madinah ini terjadi akibat serangan umat Islam di Madinah pada rombongan dagang kaum Quraisy.
Umat Islam Madinah yang sebelumnya berasal dari kaum Quraisy Makkah berpendapat, penyerangan terhadap rombongan dagang dari Makkah sah dilakukan. Pasalnya, kaum Quraisy Makkah telah mengusir dan menjarah barang-barang yang mereka tinggalkan di Makkah.
Pada akhir tahun 623 Masehi, aksi penyerangan terhadap para pedagang Makkah ini makin sering dilakukan. Puncaknya, terjadi menjelang pertempuran Badar. Saat itu, umat Islam Madinah mendengar kabar mengenai rencana kedatangan kafilah dagang kaum Quraisy dari Syam, yang berada di bawah perlindungan pasukan Abu Sufyan bin Harb.
Mendapat informasi tersebut, sahabat Rasulullah SAW, Hamzah, meminta ijin untuk membalas perlakuan orang kafir Quraisy. Saat itulah, turun ayat 39-40 Surah Al Hajj yang memberikan ijin pada kaum Muslimin untuk berperang jika mereka dizalimi.
Mendapat wahyu ini, Rasulullah pun memimpin sendiri pasukannya untuk melakukan pengadangan. Dengan pasukan yang terdiri atas 313 orang dan 2 ekor unta, mereka menuju suatu tempat bernama Shafra ( di luar Kota Madinah).
Upaya pencegatan pasukan Muslimin ini tercium oleh Abu Sufyan, sehingga dia mengambil rute kembali ke Makkah dengan melalu jalur tepi laut. Sementara, kaum musyrikin Quraisy yang mendapat kabar rombongan Abu Sufyan dihadang pasukah Rasulullah mengirimkan bantuan dengan mengirim 1.000 orang. Pasukan ini dipimpin oleh Abu Jahal.
Rasulullah SAW dan para saha bat yang mendapat kabar Abu Sufyan sudah sampai Makkah dan kaum Quraisy mengirimkan pasukan, tidak mengurungkan perjalanan. Tapi bertekad menghadapi pasukan yang dipimpin Abu Jahal.
Keteguhan hati umat Islam untuk bertempur melawan pasukan AbuJahal yang lebih besar ini lah yang berbuah kemenang Terkait pertempuran ini, Allah ber firman.
"Sungguh Allah telah menolong kamu dalam Peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu, bertawakallah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya. (Ingat lah), ketika kamu mengatakan kepada orang Mukmin, Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)? Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bertakwa dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda. 

Source : republika.co.id

Blog Archive

Powered by Blogger.

Visitor

Flag Counter